Senin, 16 November 2020

Artikel Penelitian

“INTIP SEKTOR INDUSTRI PERFILMAN INDONESIA”

Mirdiana Noorfitria


Industri perfilman kian berkembang tiap zaman. Perkembangan perfilman dapat dirasakan dengan hadirnya teknologi yang canggih yang dapat memudahkan para pekerja maupun pemain film dalam menggarap film, semakin banyak orang yang tertarik untuk menonton film dari tahun ke tahun (menurut Katadata, pertumbuhan jumlah penonton di bioskop Indonesia mencapai 230% dalam lima tahun terakhir),  dan lain-lain. Kemudian, semakin banyaknya jumlah penonton maka  pemerintah mendorong dunia perfilman Indonesia mengenai pendanaan. Pendanaan dalam pembuatan film terbuka lebar bagi orang-orang baik luar maupun dalam negeri yang ingin menginvestasikan uangnya untuk membiayai pembuatan film tersebut. Hal tersebut dapat meningkatkan kualitas industri perfilman, dapat memperluas pasar perfilman Indonesia ke kancah internasional sehingga dapat meningkatkan perekenomian negara, dapat memperkenalkan budaya Indonesia, dan lainnya.

Pada dasarnya pasar perfilman di Indonesia memiliki potensi yang kuat yang disebabkan dengan jumlah penonton yang kian meningkat sehingga industri perfilman dapat memberikan pemasukan untuk negara. Namun, masih ada beberapa masalah yang menjadi hambatan serta tantangan bagi dunia perfilman Tanah Air. Pertama, mayoritas film lokal yang tidak kalah menarik dengan film luar negeri memiliki pemain yang sama sehingga dunia perfilman membutuhkan orang-orang yang memiliki kualitas akting yang handal dan layak diacungi jempol. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara membuka ajang pencarian bakat akting yang terbuka untuk umum sehingga masyarakat dapat mendaftarkan dirinya dan pemenang akan menjadi seorang aktor maupun aktris yang dapat berkontribusi pada penggarapan film nasional. Kedua, masih sering dijumpai situs-situs yang memberikan layanan menonton film gratis secara daring sehingga dapat merugikan bioskop dan juga situs tersebut merupakan sebuah situs illegal. Kemudian, situs tersebut dapat merugikan negara, karena negara tidak dapat pemasukan dari situs illegal tersebut. Lalu, pemerintah mengambil langkah untuk memblokir seluruh situs-situs illegal. Ketiga, terdapat kekurangan dalam jumlah layar pada studio di Indonesia. Setiap tahun, munculnya layar pada studio di tempat-tempat yang masih minim bioskop. Namun, menurut Wakil Kepala Bekraf, Ricky Pesik, jika ingin jumlah layar pada studio yang ideal maka harus membutuhkan sepuluh ribu total layar seiring dengan banyaknya populasi di Indonesia. Kemudian, ketua MPR Indonesia, Bambang Soesatyo, mendukung pertumbuhan film Tanah Air dengan cara bekerja sama dengan sebuah yayasan perfilman yang bertujuan untuk mendorong dan menciptakan film-film nasional yang dapat menimbulkan rasa cinta Tanah Air. Selain itu, perfilman di Indonesia sedang terguncang akibat munculnya Corona Virus. Apa saja hal-hal yang mengguncang perfilman Indonesia saat pandemi? Pandemi menjadi penghalang dalam memproduksi film dan mendistribusikannnya, dikarenakan banyak beberapa tempat lokasi pengambilan adegan film serta bioskop pun ditutup untuk memutus mata rantai covid-19. Selain itu, pelaku industri perfilman juga harus membayar pajak pada PPh pasal 21 dan 25. Adanya upaya Kementerian Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, akan memberikan insentif bagi pelaku industri. Pada PPh pasal 21, pajak-pajak yang dikenakan untuk pelaku industri akan ditanggung oleh pemerintah. Pada pasal 25, pemerintah akan memberikan diskon sebesar 30% . Hal tersebut diharapkan dapat membantu dunia perfilman Indonesia saat pandemi. Semoga lekas pulih ya perfilman Indonesia!

Rabu, 17 Juni 2020

Berinvestasi Yuk!

Belajar Investasi
Pada tulisan sebelumnya, gue akan menyalurkan informasi mengenai investasi. Bulan lalu, gue mengikuti webinar yang membahas mengenai "Produk-produk Investasi untuk Milenial" yang dipaparkan oleh pegawai yang bekerja di salah satu sekuritas di Indonesia. 

Oh iya, kalian tahu tidak tujuan investasi? Kenapa kita harus berinvestasi? Jadi, kita berinvestasi bisa untuk menyediakan dana di hari tua nanti, ada juga untuk menyiapkan berbagai keperluan, seperti: biaya pernikahan, biaya untuk pendidikan, dan biaya lainnya yang harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Namun, investasi dapat menyelamatkan kalian apabila seluruh harga barang-barang naik atau dapat dikatakan sedang terjadi inflasi, karena kita sudah menyimpan sebagian harta kita. Oleh sebab itu, yuk berinvestasi! 

Jadi, ada beberapa macam produk investasi yang cocok nih untuk para millennials! Apa aja ya kira-kira? Yuk, baca dan simak!

1. Deposito 
Menurut UU Perbankan No. 10 Tahun 1998 pasal 1, deposito merupakan tabungan yang penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah dengan bank. Bagaimana dengan cara kerja deposito? Jika kalian memiliki deposito, kalian akan memiliki jangka waktu atau biasa disebut dengan tenor untuk dapat mengambil atau menarik tabungan kalian dengan adanya suku bunga di dalamnya. Deposito memiliki resiko kerugian yang lebih kecil dibadingkan dengan saham ataupun obligasi. Namun, deposito lemah terhadap inflasi. Jika rate atau tingkat inflasi lebih besar dibandingkan dengan suku bunga deposito maka kalian tidak akan keuntungan lebih. Hal tersebut menjadi kelemahan apabila kalian ingin berinvestasi deposito.

2. Logam Mulia (Emas)
Emas adalah salah satu instrument yang paling aman, seperti kondisi pandemi covid-19. Di situasi sekarang (pandemi covid), emas akan lebih diminati oleh khalayak orang dibandingkan dengan saham, obligasi, dan lainnya. Hal tersebut disebabkan oleh emas memiliki nilai instrinsik sehingga orang-orang lebih memilih investasi emas. Kalian tahu tidak arti nilai intrinsik? Nilai intrinsik adalah nilai asli dari barang itu sendiri. Berinvestasi emas juga menguntungkan, karena emas mudah dicairkan, harga emas cenderung stabil, emas juga tergolong safe haven, dan juga bisa digunakan untung keadaan darurat. Oh iya, safe haven adalah sebuah aset yang memiliki resiko yang rendah, dapat digunakan apabila perekonomian global sedang tidak menentu. Jika kalian beli emas, kalian bisa datang langsung ke pegadaian ataupun bisa dibeli di Antam, sehingga kalian akan mendapatkan sertifikat yang menunjukkan bahwa kalian memiliki emas dengan berat sekian gram. Namun, kalian harus berhati-hati yaa ketika menyimpan emas! Pastikan kalian menyimpan di tempat yang aman sehingga tidak mudah diambil oleh orang lain!

3. Reksadana
Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat pemodal yang akan dikelola oleh manajer investasi. Macam-macam reksadana, yaitu:
  • Reksadana Pasar Uang
    • Menurut Bareksa, reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang dilakukan dengan adanya jatuh tempo. 
    • Memiliki resiko yang lebih kecil dibandingkan jenis lainnya.
  • Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)
    • Menurut Bareksa, menginvestasikan minimal 80% dari aktivanya dalam bentuk obligasi atau efek utang.
    • Memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan dengan pasar uang.
  • Reksadana Campuran
    • Menurut Bareksa, memasukan dananya ke portofolio yang bervariasi, memasukkan ke obligasi dan juga saham.
    • Resiko yang bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan fixed income fund.
  • Reksadana Campuran
    • Menginvestasikan minimal 80% dalam bentuk efek yang bersifat ekuitas.
    • Resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan Fixed Income Fund dan Reksadana Pasar Uang. Namun, tingkat pengembalianny lebih tinggi.
4. Forex (Foreign Exchange)
Istilah untuk menggambarkan pertukaran valuta asing disebut Forex. Prinsip trading forex sama seperti trading saham. Jika kalian berinvestasi valuta asing, maka kalian dapat trading forex dimana saja dan kapan saja (fleksibel), bersifat likuid (dapat dicairkan kapan pun dan tersedia banyak), tidak perlu dana besar untuk trading forex dan juga biayanya rendah. Namun, memiliki resiko yang paling tinggi (sebab adanya votalitas, votalitas adalah pergerakan harga valas yang naik-turun). Jika tidak bisa membaca peluang maka akan beresiko rugi bandar. Selain itu, kalian harus memilih broker yang tepat dan pasti. Pastikan broker telah terdaftar di Bappebti ya! 

5. Obligasi
Obligasi adalah istilah dalam pasar modal untuk menyebut surat pernyataan utang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Dalam obligasi, dituliskan jatuh tempo pembayaran utang beserta bunga (yang biasa disebut dengan kupon) yang menjadi kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Jangka waktu obligasi di Indonesia pada umumnya 1 sampai 10 tahun. Obligasi juga bermacam-macam loh! Apa saja? 

  • Surat Utang Negara 
  • Obligasi Ritel Indonesia
  • Obligasi Korporasi
  • Surat Berharga Syariah Negara 
Kelebihan jika kalian berinvestasi obligasi adalah keuntungan didapatkan dari kupon (bunga obligasi) dan capital gain, bisa dijadikan sebagai jaminan kredit, kupon lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito, mudah untuk diperdagangkan di Pasar Sekunder yang diatur mekanisme oleh BEI (Bursa Efek Indonesia), dan juga sangat aman, karena sudah diatur dalam UU No. 24 Tahun 2002 mengenai Surat Utang Negara dan UU No. 19 Tahun 2008 mengenai Surat Berharga Syariah Negara. Namun, memiliki kekurangan yaitu rentan terhadap suku bunga, dapat menimbulkan kerugian apabila menjual obligasi sebelum jatuh tempo bagi investor, karena capital loss (harga jual lebih rendah dibandingkan harga beli).
6. Saham 
Surat berharga efek yang di mana menjadi bukti kepemilikan kita terhadap suatu perusahaan. Investasi saham ini sudah dipastikan berbeda dengan reksadana saham. Salah satu perbedaannya adalah kita sendiri yang mengelola saham (tidak dikelola oleh manajer investasi). Tips untuk membeli saham adalah lihat kondisi keuangan perusahaan, kondisi politik dan ekonomi di Indonesia, dan ketahui produk dari perusahaan tersebut baik barang maupun jasa. Jika kalian ingin mencairkan saham hari ini, maka kita dapat menerima duit atau uang 2 hari setelah proses pencairan. Resiko yang lebih tinggi, tetapi lebih tinggi Forex dibandingkan saham.


I HAVE A TIPS FOR YOU!


Jika kalian ingin menjadi investor, maka kalian harus kenali diri sendiri! Apakah kalian risk taker (berani ambil resiko) atau risk averse (menghindari resiko)? Jika kalian risk taker, maka kalian dapat berinvestasi pada saham, obligasi, dan forex. Apabila risk averse maka kalian dapat berinvestasi pada reksadana, emas, dan deposito. Faktor yang menjadi pertimbangan dalam berinvestasi, yaitu:

  • Resiko
  • Waktu
  • Nominal uang yang dapat kalian alokasikan 
  • Pelajari dan tentukan ingin berinvestasi dimana
Kalian harus pelajari instrumen investasi-investasinya (termasuk resiko-resiko), ambil uang "dingin" agar dapat diinvestasikan, dan menentukan kapan kalian harus berinvestasi di saat waktu yang tepat. Uang dingin yang gue maksud adalah uang yang sama sekali tidak kita pakai, tetapi kita harus punya juga "dana darurat". Jadi, pastikan uang yang ingin diinvestasikan merupakan uang yang benar-benar tidak terpakai! Wah, seru juga ya untuk berinvestasi. Yuk, investasi sejak dini sehingga kita dapat menggunakannya untuk hal-hal yang membutuhkan dana yang tidak sedikit! Jika kalian, ingin bertanya, dapat tulis di kolom komentar atau dapat menghubungi via instagram @mirdianadidi. Yuk, berinvestasi!

Selasa, 02 Juni 2020

Nabung Yuk!

Yuk Nabung Sejak Dini!

Hai haii
Apa kabar kalian semuaa? Gue harap kabar kalian sehat yaa di tengah wabah Covid-19. Gue harap kalian semua dapat menjaga kesehatan tubuh kalian ya terutama pada imun tubuh! Ya, gue tahu bahwa pada masa pandemi ini perekonomian negara kita pastinya menurun sehinga berdampak ke seluruh lapisan masyarakat, begitu juga dengan berbagai perusahaan yang harus merumahkan karyawannya bahkan harus mem-PHK karyawannya. Pada situasi kondisi pandemi, uang ataupun dana tunai merupakan raja (cash is the king). Mengapa? Transaksi sehari-hari akan lebih mudah dilakukan secara tunai dan juga kita harus menyiapkan dana darurat secara tunai agar dapat digunakan ketika perekonomian sedang memburuk maupun kondisi mendadak lainnya. Oleh karena itu, gue akan memberikan beberapa tips agar kita dapat menabung sejak dini yang akan berguna di masa yang akan datang, yaitu:

1. Nabung bersama teman 

Metode ini dapat dilakukan apabila ada dasar komitmen yang kuat sehingga akan berjalan efektif. Jadi, kalian dengan teman kalian dapat menentukan uang yang harus ditabung setiap harinya. Besaran nominal dapat diseakati dengan teman kalian dan harus sesuai realita. Jadi, kalian dapat memperkirakan sisa uang kalian setelah kalian gunakan secara bijak, karena pastinya kita akan mengeluarkan uang untuk keberlangsungan hidup. Kemudian, kita harus bisa mengelola pengeluaran secara bijak agar kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk hal-hal yang tidak penting sehingga dapat ditabung.Ketika kalian sudah dapat memperkirakan jumlah nominal uang yang dapat kalian tabung setiap hari, kalian dapat mendiskusikannya dengan teman kalian. Apabila sudah menetapkan jumlah nominal yang harus ditabung setiap harinya, maka kalian langsung bisa menjalankan metode ini dan juga pastikan kalian dengan teman kalian harus memiliki komitmen yang kuat satu sama lain agar dapat berlangsung metode ini.  Oh iya, jangan lupa ya untuk mencatat setiap dana yang disetorkan agar memiliki bukti konkret.

2. Nabung Sendiri 

Metode ini pastinya memiliki rasa yang sungguh-sungguh untuk menabung setiap harinya dengan jumlah nominal yang sesuai dengan realita. Kalian harus pastikan ke diri sendiri untuk tidak mengambil uang tabungan untuk keperluan yang tidak penting ataupun kalian berjanji kepada diri sendiri untuk tidak mengambil dana tabungan ini dalam waktu yang kalian tentukan. Jadi, kalian menabung itu untuk satu tahun kemudian maka pada tahun berikutnya kalian dapat mengambil uang tersebut. Kalian harus pastikan untuk memiliki niat yang kuat. Gue juga sedang menerapkan metode ini dan gue berjanji bahwa gue tidak akan mengambil uang sepeser pun untuk keperluan gue yang tidak terlalu penting. Namun, memang gue "gatal" sekali untuk mengambil uang selembar saja dari tabungan gue, tetapi gue sadar bahwa gue sudah berjanji. Kemudian, gue memiliki dompet dan buku khusus untuk membantu nabung sendiri. Gue akan menaruh uang gue ke dalam dompet khusus tersebut. Kemudian, gue akan mencatat jumlah nominal dan juga tanggal ke dalam buku tersebut. Oh iya, dompet khusus yang gue maksud bukan berarti memiliki teknologi khusus ya! Hehe. Namun, dompet yang dikhususkan untuk menaruh seluruh uang tabungan kita. Kemudian, gue akan meletakkan dompet dan buku tersebut ke sebuah tempat rahasia dimana hanya gue saja yang mengetahuinya. 

3. Investasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk memeroleh keuntungan. Investasi kurang cocok ke dalam "cash is the king", tetapi dapat dijadikan sebagai alternatif lain di saat situasu kondisi sekarang ini (Covid-19). Mengapa? Karena harus membutuhka beberapa hari agar dana dapat dicairkan. Jenis-jenis investasi adalah saham, obligasi, valuta asing, reksadana, deposito, emas, dan lain-lainnya. Investasi gue akan memberikan penjelasan secara singkat mengenai investasi, karena gue akan membagikan ke kalian semua di tulisan gue yang khusus untuk membicarakan mengenai investasi.

Jadi, kalian memilih metode yang mana? Kalau gue untuk saat ini tetap metode yang nomor 2 ya. Namun, gue akan mencoba berinvestasi. Gue harap kalian dapat menabung sejak dini ya agar kalian dapat gunakan untuk keperluan yang tidak terduga di masa yang akan datang! Selamat mencoba yaa teman-teman!! Semoga kita semua dapat #staysafe #stayhealthy #stayathome #dophysicaldistancing

Sabtu, 01 Februari 2020

Belajar Yuk!

Hai-haaii, kita berjumpa lagi di awal tahun yang baru. Semoga di tahun ini, kita semua dapat menjadi seseorang yang lebih baik lagi daripada tahun sebelumnya dan semoga semua harapan maupun keinginan kita terkabul, aamiin. Gue akan memberikan sesuatu yang berbeda dengan tulisan-tulisan gue sebelumnya, berhubung gue anak manajemen, gue pengin memberikan atau membagikan ilmu-ilmu ke kalian. Jadi, gue akan menjelaskan mengenai 10 Prinsip-prinsip Ekonomi Menurut Prof. N. Gregory Mankiw.

Prinsip Ekonomi 

1. Semua orang melakukan trade-off 
Disaat orang dihadapkan dengan beberapa pilihan sehingga kita melakukan atau membuat keputusan terhadap piilihan tersebut dan mengorbankan atau kehilangan suatu aspek dengan alasan tertentu. Oleh karena itu, ada suatu hal yang harus kita korbankan. Trade off itu sebuah atau beberapa pilihan yang kita korbankan untuk memilih suatu pilihan yang tepat.
2. Opportunity Cost
Pengorbanan biaya yang dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu. Jadi, suatu biaya yang dikorbankan untuk memilih satu jalan di antara beberapa pilihan.
Lalu, apa perbedaan dari trade-off dengan opportunity cost?
Gue bakal memberikan ilustrasi yang mudah sehingga dapat dipahami perbedaannya. Misalkan gue memiliki 3 pilihan yaitu, kuliah sebagai pilihan A, pergi ke pusat perbelanjaan sebagai pilihan B, dan tidur siang sebagai pilihan C. Lalu, gue harus memilih salah satu diantara ketiga pilihan tersebut. Kemudian, gue memilih kuliah, karena kuliah merupakan suatu hal yang sangat bermanfaat untuk gue. Jadi, pilihan A merupakan trade off, karena pilihan tersebut adalah pilihan yang gue pilih. Selain itu, pilihan B dan C merupakan opportunity cost, karena kedua pilihan tersebut tidak gue pilih sehingga gue harus merelakan waktu gue untuk pergi ke pusat perbelanjaan maupun tidur siang. Jadi, penjelasan tersebut merupakan perbedaan antara trade-off dengan opportunity cost.
3. Orang berpikir secara rasional
Ilmu ekonomi pada umumnya melihat sesuatu dengan cara yang rasional atau nyata ataupun sesuatu yang dianggap masuk akal. Orang-orang liberal menggunakan cara berpikir dengan cara rasional. Merek membuat keputusan dari mengevaluasi serta melakukan analisis keuntungan maupun kerugian dari tiap permasalahan. Contohnya adalah gue dihadapi dengan 2 pilihan. Pilihan pertama adalah gue melanjutkan studi gue ke jenjang yang lebih tinggi (Strata 1 atau S1), sedangkan pilihan kedua adalah gue memiliki kesempatan untuk bekerja terlebih dahulu. Lalu, gue harus memikirkan ataupun dengan kata lain gue harus menganalisis apa saja yang akan terjadi jika gue memilih salah satu dari pilihan-pilihan tersebut. Apabila gue melanjutkan studi gue, gue akan kehilangan waktu atau kesempatan kerja lebih cepat dan bahkan gue harus mengeluarkan biaya untuk berkuliah. Selain itu, gue akan memiliki relasi yang lebih banyak, ilmu yang bertambah, dan juga gue akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Namun, jika gue memilih bekerja terlebih dahulu maka gue akan lebih cepat mendapatkan income (pendapatan) dan juga gue akan kehilangan hal-hal apabila gue memilih untuk berkuliah.
4. Orang tanggap terhadap insentif
Insentif? Tahu tidak apa arti dari insentif? Jadi, insentif adalah kemungkinan untuk memeroleh hadiah atau hukuman sehingga dpat mengajak orang lain untuk bertindak. Pengetahuan dan reaksi orang terhadap insentif sangat penting dalam mengetahui kerja dan gerakan pasar. Oleh sebab itu, insentif dapat membuat manusia berpikir atau berperilaku sesuai dengan keuntungan atau tambahan dari apa yang dikerjakannya. Contohnya adalah seseorang akan bekerja sesuai dengan standarnya saat penghasilannya tetap. Namun, jika terjadi insentif maka ia akan bekerja secara ekstra dari sebelumnya. 
5. Perdagangan menguntungkan semua pihak (Mutualisme)
Jika perusahaan A  sangat unggul memproduksi barang X, sedangkan perusahaan B sangat unggul dalam meciptakan barang Y. Kedua perusahaan saling menguntungkan yang disebabkan oleh terjadinya jual-beli antar kedua perusahaan. 
6. Pasar secara umum adalah sarana terbaik untuk mengkoordinasikan kegiatan ekonomi 
Pasar adalah suatu media ketika ada permintaan dan pembelian antara konsumen dengan produsen. Produsen mempunyai hak untuk menentukan siapa saja yang dapat diperkejakan, sedangkan konsumen mempunyai hak untuk bekerja di perusahaan apa dan juga ia bebas dalam membeli barang apa saja dari pendapatan yang mereka peroleh.
7. Pemerintah kadang mampu meningkatkan faktor produksi
Pemerintah bisa membantu para pedagang yang ada di pasar yang dapat menguntungkan kedua pihak sehingga penjual dapat memaksimalkan penghasilan untuk menambah pemasukan barang atau stock dagangan. Hal ini disebabkan oleh pemerintah memiliki wewenang.
8. Standar hidup di suatu negara bergantung pada kemampuan dalam memproduksi barang dan jasa
Suatu negara dapat dikatakan produktif, kita bisa melihat dari banyaknya barang dan jasa yang diproduksi di negara tersebut. Negara yang semakin produktif maka akan menjadi negara yang maju. Jika suatu negara tidak bisa memproduksi barang dan jasa maka akan terjadi penurunan kesejahteraan serta dampak lain. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan sumber daya secara optimal.
9. Harga-harga akan meningkat jika pemerintah mencetak uang dalam jumlah banyak 
Prinsip ini dapat dikatakan harga barang akan meningkat jika terjadinya inflasi. Uang terlalu banyak beredar maka masyarakat akan lebih banyak membeli barang sehingga lebih banyak konsumen menyebabkan permintaan meningkat sehingga harga-harga meningkat dan IHK meningkat. Hal inilah yang memicu naiknya inflasi di sebuah negara.
10. Masyarakat menghadap trade-off  jangka pendek antara inflasi dan pengangguran
Kurva Philips dapat menjelaskan mengenai keterkaitan inflasi dengan pengangguran. Semakin tinggi tingkat pengangguran maka semakin rendah inflasi.

Hal-hal di atas merupakan 10 Prinsip Ekonomi menurut Prof. N. Gregory Mankiw. Semoga dapat dipahami materinya. Jika ada yang perlu ditanyakan maka bisa menghubungi gue di instragram mirdiananoorfitria atau dapat komen di bawah.