Rabu, 17 Juni 2020

Berinvestasi Yuk!

Belajar Investasi
Pada tulisan sebelumnya, gue akan menyalurkan informasi mengenai investasi. Bulan lalu, gue mengikuti webinar yang membahas mengenai "Produk-produk Investasi untuk Milenial" yang dipaparkan oleh pegawai yang bekerja di salah satu sekuritas di Indonesia. 

Oh iya, kalian tahu tidak tujuan investasi? Kenapa kita harus berinvestasi? Jadi, kita berinvestasi bisa untuk menyediakan dana di hari tua nanti, ada juga untuk menyiapkan berbagai keperluan, seperti: biaya pernikahan, biaya untuk pendidikan, dan biaya lainnya yang harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Namun, investasi dapat menyelamatkan kalian apabila seluruh harga barang-barang naik atau dapat dikatakan sedang terjadi inflasi, karena kita sudah menyimpan sebagian harta kita. Oleh sebab itu, yuk berinvestasi! 

Jadi, ada beberapa macam produk investasi yang cocok nih untuk para millennials! Apa aja ya kira-kira? Yuk, baca dan simak!

1. Deposito 
Menurut UU Perbankan No. 10 Tahun 1998 pasal 1, deposito merupakan tabungan yang penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah dengan bank. Bagaimana dengan cara kerja deposito? Jika kalian memiliki deposito, kalian akan memiliki jangka waktu atau biasa disebut dengan tenor untuk dapat mengambil atau menarik tabungan kalian dengan adanya suku bunga di dalamnya. Deposito memiliki resiko kerugian yang lebih kecil dibadingkan dengan saham ataupun obligasi. Namun, deposito lemah terhadap inflasi. Jika rate atau tingkat inflasi lebih besar dibandingkan dengan suku bunga deposito maka kalian tidak akan keuntungan lebih. Hal tersebut menjadi kelemahan apabila kalian ingin berinvestasi deposito.

2. Logam Mulia (Emas)
Emas adalah salah satu instrument yang paling aman, seperti kondisi pandemi covid-19. Di situasi sekarang (pandemi covid), emas akan lebih diminati oleh khalayak orang dibandingkan dengan saham, obligasi, dan lainnya. Hal tersebut disebabkan oleh emas memiliki nilai instrinsik sehingga orang-orang lebih memilih investasi emas. Kalian tahu tidak arti nilai intrinsik? Nilai intrinsik adalah nilai asli dari barang itu sendiri. Berinvestasi emas juga menguntungkan, karena emas mudah dicairkan, harga emas cenderung stabil, emas juga tergolong safe haven, dan juga bisa digunakan untung keadaan darurat. Oh iya, safe haven adalah sebuah aset yang memiliki resiko yang rendah, dapat digunakan apabila perekonomian global sedang tidak menentu. Jika kalian beli emas, kalian bisa datang langsung ke pegadaian ataupun bisa dibeli di Antam, sehingga kalian akan mendapatkan sertifikat yang menunjukkan bahwa kalian memiliki emas dengan berat sekian gram. Namun, kalian harus berhati-hati yaa ketika menyimpan emas! Pastikan kalian menyimpan di tempat yang aman sehingga tidak mudah diambil oleh orang lain!

3. Reksadana
Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat pemodal yang akan dikelola oleh manajer investasi. Macam-macam reksadana, yaitu:
  • Reksadana Pasar Uang
    • Menurut Bareksa, reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang dilakukan dengan adanya jatuh tempo. 
    • Memiliki resiko yang lebih kecil dibandingkan jenis lainnya.
  • Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)
    • Menurut Bareksa, menginvestasikan minimal 80% dari aktivanya dalam bentuk obligasi atau efek utang.
    • Memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan dengan pasar uang.
  • Reksadana Campuran
    • Menurut Bareksa, memasukan dananya ke portofolio yang bervariasi, memasukkan ke obligasi dan juga saham.
    • Resiko yang bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan fixed income fund.
  • Reksadana Campuran
    • Menginvestasikan minimal 80% dalam bentuk efek yang bersifat ekuitas.
    • Resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan Fixed Income Fund dan Reksadana Pasar Uang. Namun, tingkat pengembalianny lebih tinggi.
4. Forex (Foreign Exchange)
Istilah untuk menggambarkan pertukaran valuta asing disebut Forex. Prinsip trading forex sama seperti trading saham. Jika kalian berinvestasi valuta asing, maka kalian dapat trading forex dimana saja dan kapan saja (fleksibel), bersifat likuid (dapat dicairkan kapan pun dan tersedia banyak), tidak perlu dana besar untuk trading forex dan juga biayanya rendah. Namun, memiliki resiko yang paling tinggi (sebab adanya votalitas, votalitas adalah pergerakan harga valas yang naik-turun). Jika tidak bisa membaca peluang maka akan beresiko rugi bandar. Selain itu, kalian harus memilih broker yang tepat dan pasti. Pastikan broker telah terdaftar di Bappebti ya! 

5. Obligasi
Obligasi adalah istilah dalam pasar modal untuk menyebut surat pernyataan utang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Dalam obligasi, dituliskan jatuh tempo pembayaran utang beserta bunga (yang biasa disebut dengan kupon) yang menjadi kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Jangka waktu obligasi di Indonesia pada umumnya 1 sampai 10 tahun. Obligasi juga bermacam-macam loh! Apa saja? 

  • Surat Utang Negara 
  • Obligasi Ritel Indonesia
  • Obligasi Korporasi
  • Surat Berharga Syariah Negara 
Kelebihan jika kalian berinvestasi obligasi adalah keuntungan didapatkan dari kupon (bunga obligasi) dan capital gain, bisa dijadikan sebagai jaminan kredit, kupon lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito, mudah untuk diperdagangkan di Pasar Sekunder yang diatur mekanisme oleh BEI (Bursa Efek Indonesia), dan juga sangat aman, karena sudah diatur dalam UU No. 24 Tahun 2002 mengenai Surat Utang Negara dan UU No. 19 Tahun 2008 mengenai Surat Berharga Syariah Negara. Namun, memiliki kekurangan yaitu rentan terhadap suku bunga, dapat menimbulkan kerugian apabila menjual obligasi sebelum jatuh tempo bagi investor, karena capital loss (harga jual lebih rendah dibandingkan harga beli).
6. Saham 
Surat berharga efek yang di mana menjadi bukti kepemilikan kita terhadap suatu perusahaan. Investasi saham ini sudah dipastikan berbeda dengan reksadana saham. Salah satu perbedaannya adalah kita sendiri yang mengelola saham (tidak dikelola oleh manajer investasi). Tips untuk membeli saham adalah lihat kondisi keuangan perusahaan, kondisi politik dan ekonomi di Indonesia, dan ketahui produk dari perusahaan tersebut baik barang maupun jasa. Jika kalian ingin mencairkan saham hari ini, maka kita dapat menerima duit atau uang 2 hari setelah proses pencairan. Resiko yang lebih tinggi, tetapi lebih tinggi Forex dibandingkan saham.


I HAVE A TIPS FOR YOU!


Jika kalian ingin menjadi investor, maka kalian harus kenali diri sendiri! Apakah kalian risk taker (berani ambil resiko) atau risk averse (menghindari resiko)? Jika kalian risk taker, maka kalian dapat berinvestasi pada saham, obligasi, dan forex. Apabila risk averse maka kalian dapat berinvestasi pada reksadana, emas, dan deposito. Faktor yang menjadi pertimbangan dalam berinvestasi, yaitu:

  • Resiko
  • Waktu
  • Nominal uang yang dapat kalian alokasikan 
  • Pelajari dan tentukan ingin berinvestasi dimana
Kalian harus pelajari instrumen investasi-investasinya (termasuk resiko-resiko), ambil uang "dingin" agar dapat diinvestasikan, dan menentukan kapan kalian harus berinvestasi di saat waktu yang tepat. Uang dingin yang gue maksud adalah uang yang sama sekali tidak kita pakai, tetapi kita harus punya juga "dana darurat". Jadi, pastikan uang yang ingin diinvestasikan merupakan uang yang benar-benar tidak terpakai! Wah, seru juga ya untuk berinvestasi. Yuk, investasi sejak dini sehingga kita dapat menggunakannya untuk hal-hal yang membutuhkan dana yang tidak sedikit! Jika kalian, ingin bertanya, dapat tulis di kolom komentar atau dapat menghubungi via instagram @mirdianadidi. Yuk, berinvestasi!

Selasa, 02 Juni 2020

Nabung Yuk!

Yuk Nabung Sejak Dini!

Hai haii
Apa kabar kalian semuaa? Gue harap kabar kalian sehat yaa di tengah wabah Covid-19. Gue harap kalian semua dapat menjaga kesehatan tubuh kalian ya terutama pada imun tubuh! Ya, gue tahu bahwa pada masa pandemi ini perekonomian negara kita pastinya menurun sehinga berdampak ke seluruh lapisan masyarakat, begitu juga dengan berbagai perusahaan yang harus merumahkan karyawannya bahkan harus mem-PHK karyawannya. Pada situasi kondisi pandemi, uang ataupun dana tunai merupakan raja (cash is the king). Mengapa? Transaksi sehari-hari akan lebih mudah dilakukan secara tunai dan juga kita harus menyiapkan dana darurat secara tunai agar dapat digunakan ketika perekonomian sedang memburuk maupun kondisi mendadak lainnya. Oleh karena itu, gue akan memberikan beberapa tips agar kita dapat menabung sejak dini yang akan berguna di masa yang akan datang, yaitu:

1. Nabung bersama teman 

Metode ini dapat dilakukan apabila ada dasar komitmen yang kuat sehingga akan berjalan efektif. Jadi, kalian dengan teman kalian dapat menentukan uang yang harus ditabung setiap harinya. Besaran nominal dapat diseakati dengan teman kalian dan harus sesuai realita. Jadi, kalian dapat memperkirakan sisa uang kalian setelah kalian gunakan secara bijak, karena pastinya kita akan mengeluarkan uang untuk keberlangsungan hidup. Kemudian, kita harus bisa mengelola pengeluaran secara bijak agar kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk hal-hal yang tidak penting sehingga dapat ditabung.Ketika kalian sudah dapat memperkirakan jumlah nominal uang yang dapat kalian tabung setiap hari, kalian dapat mendiskusikannya dengan teman kalian. Apabila sudah menetapkan jumlah nominal yang harus ditabung setiap harinya, maka kalian langsung bisa menjalankan metode ini dan juga pastikan kalian dengan teman kalian harus memiliki komitmen yang kuat satu sama lain agar dapat berlangsung metode ini.  Oh iya, jangan lupa ya untuk mencatat setiap dana yang disetorkan agar memiliki bukti konkret.

2. Nabung Sendiri 

Metode ini pastinya memiliki rasa yang sungguh-sungguh untuk menabung setiap harinya dengan jumlah nominal yang sesuai dengan realita. Kalian harus pastikan ke diri sendiri untuk tidak mengambil uang tabungan untuk keperluan yang tidak penting ataupun kalian berjanji kepada diri sendiri untuk tidak mengambil dana tabungan ini dalam waktu yang kalian tentukan. Jadi, kalian menabung itu untuk satu tahun kemudian maka pada tahun berikutnya kalian dapat mengambil uang tersebut. Kalian harus pastikan untuk memiliki niat yang kuat. Gue juga sedang menerapkan metode ini dan gue berjanji bahwa gue tidak akan mengambil uang sepeser pun untuk keperluan gue yang tidak terlalu penting. Namun, memang gue "gatal" sekali untuk mengambil uang selembar saja dari tabungan gue, tetapi gue sadar bahwa gue sudah berjanji. Kemudian, gue memiliki dompet dan buku khusus untuk membantu nabung sendiri. Gue akan menaruh uang gue ke dalam dompet khusus tersebut. Kemudian, gue akan mencatat jumlah nominal dan juga tanggal ke dalam buku tersebut. Oh iya, dompet khusus yang gue maksud bukan berarti memiliki teknologi khusus ya! Hehe. Namun, dompet yang dikhususkan untuk menaruh seluruh uang tabungan kita. Kemudian, gue akan meletakkan dompet dan buku tersebut ke sebuah tempat rahasia dimana hanya gue saja yang mengetahuinya. 

3. Investasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk memeroleh keuntungan. Investasi kurang cocok ke dalam "cash is the king", tetapi dapat dijadikan sebagai alternatif lain di saat situasu kondisi sekarang ini (Covid-19). Mengapa? Karena harus membutuhka beberapa hari agar dana dapat dicairkan. Jenis-jenis investasi adalah saham, obligasi, valuta asing, reksadana, deposito, emas, dan lain-lainnya. Investasi gue akan memberikan penjelasan secara singkat mengenai investasi, karena gue akan membagikan ke kalian semua di tulisan gue yang khusus untuk membicarakan mengenai investasi.

Jadi, kalian memilih metode yang mana? Kalau gue untuk saat ini tetap metode yang nomor 2 ya. Namun, gue akan mencoba berinvestasi. Gue harap kalian dapat menabung sejak dini ya agar kalian dapat gunakan untuk keperluan yang tidak terduga di masa yang akan datang! Selamat mencoba yaa teman-teman!! Semoga kita semua dapat #staysafe #stayhealthy #stayathome #dophysicaldistancing