Belajar Investasi
Pada tulisan sebelumnya, gue akan menyalurkan informasi mengenai investasi. Bulan lalu, gue mengikuti webinar yang membahas mengenai "Produk-produk Investasi untuk Milenial" yang dipaparkan oleh pegawai yang bekerja di salah satu sekuritas di Indonesia.
Pada tulisan sebelumnya, gue akan menyalurkan informasi mengenai investasi. Bulan lalu, gue mengikuti webinar yang membahas mengenai "Produk-produk Investasi untuk Milenial" yang dipaparkan oleh pegawai yang bekerja di salah satu sekuritas di Indonesia.
Oh iya, kalian tahu tidak tujuan investasi? Kenapa kita harus berinvestasi? Jadi, kita berinvestasi bisa untuk menyediakan dana di hari tua nanti, ada juga untuk menyiapkan berbagai keperluan, seperti: biaya pernikahan, biaya untuk pendidikan, dan biaya lainnya yang harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Namun, investasi dapat menyelamatkan kalian apabila seluruh harga barang-barang naik atau dapat dikatakan sedang terjadi inflasi, karena kita sudah menyimpan sebagian harta kita. Oleh sebab itu, yuk berinvestasi!
Jadi, ada beberapa macam produk investasi yang cocok nih untuk para millennials! Apa aja ya kira-kira? Yuk, baca dan simak!
1. Deposito
Menurut UU Perbankan No. 10 Tahun 1998 pasal 1, deposito merupakan tabungan yang penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah dengan bank. Bagaimana dengan cara kerja deposito? Jika kalian memiliki deposito, kalian akan memiliki jangka waktu atau biasa disebut dengan tenor untuk dapat mengambil atau menarik tabungan kalian dengan adanya suku bunga di dalamnya. Deposito memiliki resiko kerugian yang lebih kecil dibadingkan dengan saham ataupun obligasi. Namun, deposito lemah terhadap inflasi. Jika rate atau tingkat inflasi lebih besar dibandingkan dengan suku bunga deposito maka kalian tidak akan keuntungan lebih. Hal tersebut menjadi kelemahan apabila kalian ingin berinvestasi deposito.
2. Logam Mulia (Emas)
Emas adalah salah satu instrument yang paling aman, seperti kondisi pandemi covid-19. Di situasi sekarang (pandemi covid), emas akan lebih diminati oleh khalayak orang dibandingkan dengan saham, obligasi, dan lainnya. Hal tersebut disebabkan oleh emas memiliki nilai instrinsik sehingga orang-orang lebih memilih investasi emas. Kalian tahu tidak arti nilai intrinsik? Nilai intrinsik adalah nilai asli dari barang itu sendiri. Berinvestasi emas juga menguntungkan, karena emas mudah dicairkan, harga emas cenderung stabil, emas juga tergolong safe haven, dan juga bisa digunakan untung keadaan darurat. Oh iya, safe haven adalah sebuah aset yang memiliki resiko yang rendah, dapat digunakan apabila perekonomian global sedang tidak menentu. Jika kalian beli emas, kalian bisa datang langsung ke pegadaian ataupun bisa dibeli di Antam, sehingga kalian akan mendapatkan sertifikat yang menunjukkan bahwa kalian memiliki emas dengan berat sekian gram. Namun, kalian harus berhati-hati yaa ketika menyimpan emas! Pastikan kalian menyimpan di tempat yang aman sehingga tidak mudah diambil oleh orang lain!
3. Reksadana
Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat pemodal yang akan dikelola oleh manajer investasi. Macam-macam reksadana, yaitu:
- Reksadana Pasar Uang
- Menurut Bareksa, reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang dilakukan dengan adanya jatuh tempo.
- Memiliki resiko yang lebih kecil dibandingkan jenis lainnya.
- Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)
- Menurut Bareksa, menginvestasikan minimal 80% dari aktivanya dalam bentuk obligasi atau efek utang.
- Memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan dengan pasar uang.
- Reksadana Campuran
- Menurut Bareksa, memasukan dananya ke portofolio yang bervariasi, memasukkan ke obligasi dan juga saham.
- Resiko yang bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan fixed income fund.
- Reksadana Campuran
- Menginvestasikan minimal 80% dalam bentuk efek yang bersifat ekuitas.
- Resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan Fixed Income Fund dan Reksadana Pasar Uang. Namun, tingkat pengembalianny lebih tinggi.
4. Forex (Foreign Exchange)
Istilah untuk menggambarkan pertukaran valuta asing disebut Forex. Prinsip trading forex sama seperti trading saham. Jika kalian berinvestasi valuta asing, maka kalian dapat trading forex dimana saja dan kapan saja (fleksibel), bersifat likuid (dapat dicairkan kapan pun dan tersedia banyak), tidak perlu dana besar untuk trading forex dan juga biayanya rendah. Namun, memiliki resiko yang paling tinggi (sebab adanya votalitas, votalitas adalah pergerakan harga valas yang naik-turun). Jika tidak bisa membaca peluang maka akan beresiko rugi bandar. Selain itu, kalian harus memilih broker yang tepat dan pasti. Pastikan broker telah terdaftar di Bappebti ya!
Istilah untuk menggambarkan pertukaran valuta asing disebut Forex. Prinsip trading forex sama seperti trading saham. Jika kalian berinvestasi valuta asing, maka kalian dapat trading forex dimana saja dan kapan saja (fleksibel), bersifat likuid (dapat dicairkan kapan pun dan tersedia banyak), tidak perlu dana besar untuk trading forex dan juga biayanya rendah. Namun, memiliki resiko yang paling tinggi (sebab adanya votalitas, votalitas adalah pergerakan harga valas yang naik-turun). Jika tidak bisa membaca peluang maka akan beresiko rugi bandar. Selain itu, kalian harus memilih broker yang tepat dan pasti. Pastikan broker telah terdaftar di Bappebti ya!
5. Obligasi
Obligasi adalah istilah dalam pasar modal untuk menyebut surat pernyataan utang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Dalam obligasi, dituliskan jatuh tempo pembayaran utang beserta bunga (yang biasa disebut dengan kupon) yang menjadi kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Jangka waktu obligasi di Indonesia pada umumnya 1 sampai 10 tahun. Obligasi juga bermacam-macam loh! Apa saja?
Obligasi adalah istilah dalam pasar modal untuk menyebut surat pernyataan utang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Dalam obligasi, dituliskan jatuh tempo pembayaran utang beserta bunga (yang biasa disebut dengan kupon) yang menjadi kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Jangka waktu obligasi di Indonesia pada umumnya 1 sampai 10 tahun. Obligasi juga bermacam-macam loh! Apa saja?
- Surat Utang Negara
- Obligasi Ritel Indonesia
- Obligasi Korporasi
- Surat Berharga Syariah Negara
6. Saham
Surat berharga efek yang di mana menjadi bukti kepemilikan kita terhadap suatu perusahaan. Investasi saham ini sudah dipastikan berbeda dengan reksadana saham. Salah satu perbedaannya adalah kita sendiri yang mengelola saham (tidak dikelola oleh manajer investasi). Tips untuk membeli saham adalah lihat kondisi keuangan perusahaan, kondisi politik dan ekonomi di Indonesia, dan ketahui produk dari perusahaan tersebut baik barang maupun jasa. Jika kalian ingin mencairkan saham hari ini, maka kita dapat menerima duit atau uang 2 hari setelah proses pencairan. Resiko yang lebih tinggi, tetapi lebih tinggi Forex dibandingkan saham.
Jika kalian ingin menjadi investor, maka kalian harus kenali diri sendiri! Apakah kalian risk taker (berani ambil resiko) atau risk averse (menghindari resiko)? Jika kalian risk taker, maka kalian dapat berinvestasi pada saham, obligasi, dan forex. Apabila risk averse maka kalian dapat berinvestasi pada reksadana, emas, dan deposito. Faktor yang menjadi pertimbangan dalam berinvestasi, yaitu:
I HAVE A TIPS FOR YOU!
Jika kalian ingin menjadi investor, maka kalian harus kenali diri sendiri! Apakah kalian risk taker (berani ambil resiko) atau risk averse (menghindari resiko)? Jika kalian risk taker, maka kalian dapat berinvestasi pada saham, obligasi, dan forex. Apabila risk averse maka kalian dapat berinvestasi pada reksadana, emas, dan deposito. Faktor yang menjadi pertimbangan dalam berinvestasi, yaitu:
- Resiko
- Waktu
- Nominal uang yang dapat kalian alokasikan
- Pelajari dan tentukan ingin berinvestasi dimana