Sabtu, 01 Februari 2020

Belajar Yuk!

Hai-haaii, kita berjumpa lagi di awal tahun yang baru. Semoga di tahun ini, kita semua dapat menjadi seseorang yang lebih baik lagi daripada tahun sebelumnya dan semoga semua harapan maupun keinginan kita terkabul, aamiin. Gue akan memberikan sesuatu yang berbeda dengan tulisan-tulisan gue sebelumnya, berhubung gue anak manajemen, gue pengin memberikan atau membagikan ilmu-ilmu ke kalian. Jadi, gue akan menjelaskan mengenai 10 Prinsip-prinsip Ekonomi Menurut Prof. N. Gregory Mankiw.

Prinsip Ekonomi 

1. Semua orang melakukan trade-off 
Disaat orang dihadapkan dengan beberapa pilihan sehingga kita melakukan atau membuat keputusan terhadap piilihan tersebut dan mengorbankan atau kehilangan suatu aspek dengan alasan tertentu. Oleh karena itu, ada suatu hal yang harus kita korbankan. Trade off itu sebuah atau beberapa pilihan yang kita korbankan untuk memilih suatu pilihan yang tepat.
2. Opportunity Cost
Pengorbanan biaya yang dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu. Jadi, suatu biaya yang dikorbankan untuk memilih satu jalan di antara beberapa pilihan.
Lalu, apa perbedaan dari trade-off dengan opportunity cost?
Gue bakal memberikan ilustrasi yang mudah sehingga dapat dipahami perbedaannya. Misalkan gue memiliki 3 pilihan yaitu, kuliah sebagai pilihan A, pergi ke pusat perbelanjaan sebagai pilihan B, dan tidur siang sebagai pilihan C. Lalu, gue harus memilih salah satu diantara ketiga pilihan tersebut. Kemudian, gue memilih kuliah, karena kuliah merupakan suatu hal yang sangat bermanfaat untuk gue. Jadi, pilihan A merupakan trade off, karena pilihan tersebut adalah pilihan yang gue pilih. Selain itu, pilihan B dan C merupakan opportunity cost, karena kedua pilihan tersebut tidak gue pilih sehingga gue harus merelakan waktu gue untuk pergi ke pusat perbelanjaan maupun tidur siang. Jadi, penjelasan tersebut merupakan perbedaan antara trade-off dengan opportunity cost.
3. Orang berpikir secara rasional
Ilmu ekonomi pada umumnya melihat sesuatu dengan cara yang rasional atau nyata ataupun sesuatu yang dianggap masuk akal. Orang-orang liberal menggunakan cara berpikir dengan cara rasional. Merek membuat keputusan dari mengevaluasi serta melakukan analisis keuntungan maupun kerugian dari tiap permasalahan. Contohnya adalah gue dihadapi dengan 2 pilihan. Pilihan pertama adalah gue melanjutkan studi gue ke jenjang yang lebih tinggi (Strata 1 atau S1), sedangkan pilihan kedua adalah gue memiliki kesempatan untuk bekerja terlebih dahulu. Lalu, gue harus memikirkan ataupun dengan kata lain gue harus menganalisis apa saja yang akan terjadi jika gue memilih salah satu dari pilihan-pilihan tersebut. Apabila gue melanjutkan studi gue, gue akan kehilangan waktu atau kesempatan kerja lebih cepat dan bahkan gue harus mengeluarkan biaya untuk berkuliah. Selain itu, gue akan memiliki relasi yang lebih banyak, ilmu yang bertambah, dan juga gue akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Namun, jika gue memilih bekerja terlebih dahulu maka gue akan lebih cepat mendapatkan income (pendapatan) dan juga gue akan kehilangan hal-hal apabila gue memilih untuk berkuliah.
4. Orang tanggap terhadap insentif
Insentif? Tahu tidak apa arti dari insentif? Jadi, insentif adalah kemungkinan untuk memeroleh hadiah atau hukuman sehingga dpat mengajak orang lain untuk bertindak. Pengetahuan dan reaksi orang terhadap insentif sangat penting dalam mengetahui kerja dan gerakan pasar. Oleh sebab itu, insentif dapat membuat manusia berpikir atau berperilaku sesuai dengan keuntungan atau tambahan dari apa yang dikerjakannya. Contohnya adalah seseorang akan bekerja sesuai dengan standarnya saat penghasilannya tetap. Namun, jika terjadi insentif maka ia akan bekerja secara ekstra dari sebelumnya. 
5. Perdagangan menguntungkan semua pihak (Mutualisme)
Jika perusahaan A  sangat unggul memproduksi barang X, sedangkan perusahaan B sangat unggul dalam meciptakan barang Y. Kedua perusahaan saling menguntungkan yang disebabkan oleh terjadinya jual-beli antar kedua perusahaan. 
6. Pasar secara umum adalah sarana terbaik untuk mengkoordinasikan kegiatan ekonomi 
Pasar adalah suatu media ketika ada permintaan dan pembelian antara konsumen dengan produsen. Produsen mempunyai hak untuk menentukan siapa saja yang dapat diperkejakan, sedangkan konsumen mempunyai hak untuk bekerja di perusahaan apa dan juga ia bebas dalam membeli barang apa saja dari pendapatan yang mereka peroleh.
7. Pemerintah kadang mampu meningkatkan faktor produksi
Pemerintah bisa membantu para pedagang yang ada di pasar yang dapat menguntungkan kedua pihak sehingga penjual dapat memaksimalkan penghasilan untuk menambah pemasukan barang atau stock dagangan. Hal ini disebabkan oleh pemerintah memiliki wewenang.
8. Standar hidup di suatu negara bergantung pada kemampuan dalam memproduksi barang dan jasa
Suatu negara dapat dikatakan produktif, kita bisa melihat dari banyaknya barang dan jasa yang diproduksi di negara tersebut. Negara yang semakin produktif maka akan menjadi negara yang maju. Jika suatu negara tidak bisa memproduksi barang dan jasa maka akan terjadi penurunan kesejahteraan serta dampak lain. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan sumber daya secara optimal.
9. Harga-harga akan meningkat jika pemerintah mencetak uang dalam jumlah banyak 
Prinsip ini dapat dikatakan harga barang akan meningkat jika terjadinya inflasi. Uang terlalu banyak beredar maka masyarakat akan lebih banyak membeli barang sehingga lebih banyak konsumen menyebabkan permintaan meningkat sehingga harga-harga meningkat dan IHK meningkat. Hal inilah yang memicu naiknya inflasi di sebuah negara.
10. Masyarakat menghadap trade-off  jangka pendek antara inflasi dan pengangguran
Kurva Philips dapat menjelaskan mengenai keterkaitan inflasi dengan pengangguran. Semakin tinggi tingkat pengangguran maka semakin rendah inflasi.

Hal-hal di atas merupakan 10 Prinsip Ekonomi menurut Prof. N. Gregory Mankiw. Semoga dapat dipahami materinya. Jika ada yang perlu ditanyakan maka bisa menghubungi gue di instragram mirdiananoorfitria atau dapat komen di bawah.